PIDATO TAN MALAKA DI KONGRES KOMINTERN IV
Diposting oleh Abdus Somad , Jumat, 03 Agustus 2012 00.26
Tan Malaka (1922)
Ini adalah pidato yang
disampaikan oleh tokoh Marxist Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis
Internasional ke empat pada 12
Nopember 1922. Mengenai isu yang
dibawakan oleh Lenin dan diadopsi dari kongres kedua, yang telah menekankan
perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka mengusulkan
jalan yang lebih positif. Tan Malaka (1897-1949) telah dipilih sebagai ketua
Partai Komunis Indonesia pada 1921, tapi pada tahun berikutnya dia dipaksa
untuk meninggalkan Hindia Belanda(East indies) oleh otoritas colonial. Setelah
proklamasi kemerdekaan pada Agustus 1945, dia kembali ke Indonesia untuk
berparsitipasi dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda. Dia menjadi ketua
Partai Murba (Partai Proletar/ buruh, lawan dari brojuis), yang dibentuk pada
1948 untuk mengorganisir kelas oposisi pada pemerintahan Soekarno. Pada
Februari 1949 Tan Malaka ditangkap oleh tentara Indonesia dan dieksekusi.
Sodara! Setelah mendengar
pidato-pidato Jenderal Zinoviev, Jenderal Radek dan sodara-sodara eropa
lainnya, serta berkenaan dengan kepentingan, untuk kita di timur juga, mengenai
perlunya front bersatu, saya pikir saya harus angkat bicara, atas nama Partai
Komunis Jawa, for jutaan rakyat tertindas di Timur (Hindia Timur).
Saya harus mengajukan beberapa
pertanyaan kepada kedua jenderal tersebut. Mungkin Jenderal Zinoviev tidak
memikirkan tentang sebuah front bersatu di Jawa; mungkin front bersatu kita
adalah sesuatu yang bebeda. Tapi keputusan dari Kongres Komunis Internasional
kedua secara praktis berarti bahwa kita harus membentuk sebuah front bersatu
dengan nasionalisme revolusioner.
Seperti yang kita harus ketahui , bahwa membentuk sebuah front bersatu
juga perlu bagi Negara kita, front bersatu kita tidak bisa berdampingan dengan
para Demokrat Sosial tapi harus bersama para nasionalis revolusioner. Namun,
taktik yang digunakan oleh para nasionalis seringkali berbeda dengan cara kita;
sebagai contoh, pemboikotan dan perjuangan pembebasan kaum Muslim,
Pan-Islamisme. Dua hal inilah yang secara khusus saya pertimbangkan, sehingga
saya bertanya begini. Pertama, apakah kita akan mendukung gerakan boykot atau
tidak? Kedua, apakah kita akan mendukung Pan-Islamisme, ya atau tidak? Bila ya,
seberapa jauh kita akan terlibat?
Pemboikotan tersebut,
harus saya akui, pasti bukanlah sebuah metode Komunis, tapi hal itu adalah
salah satu senjata paling tajamyang ada pada situasi penaklukan politik-militer
di (Hindia)Timur. Dalamm dua tahun terahir kita telah menyaksikan keberhasilan
pemboikotan rakyat Mesir 1919 melawan imperialism Inggris, dan lagi pemboikotan
besar oleh China di ahir 1919 dan awal 1920. Gerakan Pemboikotan terbaru terjadi di India Inggris.
Kita bisa menganggap bahwa dalam beberapa tahun kedepan bentuk-bentuk lain
pemboikotan akan terwujud di (Hindia) timur.
Kita tahu bahwa ini bukan metode kita; ini adalah metode yang cukup
borjuis, sesuatu yang dimiliki oleh para borjuis nasionalis. Lebih jauh kita
bisa bilang; bahwa pemboikotan berarti dukungan terhadap home-grown capitalism;
tapi kita juga telah menyaksikan bahwa setelah gerakan boikot di India, kini
ada delapan ratus pemimpin menderita di penjara, bahwa pemboikotan telah
membangkitkan sebuah atmosfer yang sangat revolusioner, memang gerakan boikot
telah memaksa pemerintahan Inggris untuk meminta bantuan militer kepada
Jepang,dalam artian hal itu akan berkembang menjadi sebuah pemeberontakan
bersenjata. Kita juga tahu bahwa para pemimpin The mahommedan di india – Dr.
Kirchief, Hasret Mahoni dan Ali bersaudara – adalah para nasionalis yang nyata;
kita tidak memiliki rising untuk merekam pada saat Gandhi dipenjara. Tapi
rakyat di India sangat paham apa yang diketahui oleh para pelaku revolusi di
sana: bahwa sebuah kebangkitan local hanya bisa berahir dalam kekalahan, karena
kita tidak punya senjata atau material militer lainnya di sana, karena itu
pertanyaan dari gerakan boikot akan, sekarang atau nanti, menjadi sebuah
tekanan bagi kita para Komunis. Baik di India maupun Jawa kita sadar bahwa banyak Komunis yang
cenderung memprokamirkan gerakan boikot di Jawa, mungkin karena ide-ide Komunis
yang berasal dari Rusia teah lama dilupakan, atau mungkin ada semacam perasaan
leapas dari Komunis di India sebagaimana yang bisa menantang pada semua
gerakan. Bagaimanapun juga kita dihadapkan pada pertanyaan: apakah kita akan
mendukung taktik ini, ya atau tidak? Dan seberapa jauh kita akan terlibat?
Pan-Islamisme adalah
sebuah sejarah panjang. Pertama saya akan berbicara tentang pengalaman kita di
Hindia Belanda dimana kita pernah bekerja sama dengan para Islamis. Di Jawa
kita punya organisasi yang sangat besar dengan banyak petani yang sangat
miskin, yaitu Sarekat Islam. Antara 1912 dan 1916 organisasi ini memiliki
sejuta anggota, mungkin sebanyak tiga atau empat juta. Itu adalah sebuah
pergerakan popular yang sangat besar, yang timbul secara spontan dan sangat
revolusioner.
Hingga 1921 kita
berkolaborasi dengan mereka. Partai kita, terdiri dari 13,000 anggota, menuju
pergerakan popular ini dan membawa
propaganda di sana. Pada 1921 kita berhasil membuat Sarekat Islam mengadopsi
program kita. Sarekat Islam terlalu gelisah di pedesaan mengenai control
pabrik-pabrik dan slogan: Segala kekuasaan untuk para petani miskin, segala
kekuasaan hanya untuk para kaum proletar! Dengan demikian Sarekat Islam membuat
propaganda yang sama dengan milik Partai Komunis kita, hanya saja terkadang
menggunakan nama yang berbeda.
Namun pada 1921 sebuah
keretakan timbul sebagai hasil dari kritik janggal terhadap kepemimpinan
Sarekat Islam. Pemerintah melalui agennya di Sarekat Islam mengeksploitasi
keretakan ini, dan juga mengeksploitasi keputusan pada Kongres Komunis
Internasional Kedua: Perjuangan melawan Pan-Islamisme! Apa kata mereka kepada
para petani? Mereka bilang: Lihatlah, Komunis tidak hanya menginginkan
keretakan, mereka ingin menghancurkan agamamu! Itu terlalu berlebihan untuk
seorang petani muslim. Sang petani berpikir: aku telah kehilangan segalanya di
dunia ini, haruskah aku kehilangan surgaku juga? Tak akan ! ini adalah cara
seorang Muslim berpikir singkat. Para pembuat propaganda di antara agen
pemerintah telah berhasil mengeksploitasinya dengan sangat baik. Jadi kita
memiliki kertakan. (ketua: Waktu Anda telah habis)
Saya datang dari Hindia
Belanda, dan melalui perjalanan selama empat hari .(Applause)
Para pengikut Sarekat Islam percaya
pada propaganda kita dan tetap bersama kita di perut mereka, untuk menggunakan
sebuah expresi popular, tapi di hati mereka mereka masih bersama Sarekat Islam,
dengan surge mereka. Karena surge adalah sesuatu yang tak bisa kita berikan
pada mereka. Karena itulah, mereka memboikot pertemuan-peretemuan kita dan kita
tidak bisa melanjutkan propaganda lagi.
Sejak ahir tahun lalu
kita telah bekerja kearah pembangunan ulang link dengan Sarekat Islam. Pada
kongres kita Desember tahun lalu kita bilang bahwa Muslim di Kaukasus dan
Negara-negara lain, yang bekerjasama dengan Soviet dan berjuang melawan
Kapitalism Internasional, memahami agama mereka dengan lebih baik, kita juga
bilang bahwa, jika mereka ingin membuat sebuah propaganda untuk agama mereka,
mereka bisa, meskipun mereka tidak harus melakukannya di berbagai pertemuan
tapi di masjid-masjid.
Kita telah ditanya di
berbagai pertemuan public: Apakah Anda Muslim - ya atau tidak? Apakah Anda
percaya pada Tuhan – ya atau tidak? Bagaimana kita menjawabnya? Ya, saya
katakan, ketika saya berdiri di depan Tuhan saya adalah seorang Muslim, tapi
ketika saya berdiri di depan banyak orang saya bukan Muslim (Loud applause),
karena Tuhan berfirman bahwsanya banyak iblis di antara banyak manusia! (Loud
applause.) Jadi kita bebankan sebuah
kekalahan pada para pemimpin mereka dengan Qur’an di tangan kita, dan di
kongres kita tahun lalu kita telah memaksa para pemimpin mereka, melalui para
pengikutnya, untuk bekerjasama dengan kita.
Ketika sebuah serangan
umum pecah Maret tahun lalu, para pekerja Muslim membutuhkan kita, karena kita
memiliki petugas kereta api (railwaymen) di bawah kepemimpinan kita. Para
pemimpin Sarekat Islam berkata: Anda ingin bekerjasama dengan kami, jadi Anda
harus menolong kami juga. Tentu kita mendatangi mereka, dan berkata: Ya, Tuhan
Anda maha kuasa, tapi Dia telah berfirman bahwa di dunia railwaymen lebih
berkuasa! (Loud applause.) railwaymen adalah pelaksana executive Tuhan di dunia
ini. (Laughter)

Posting Komentar